Menu

Mode Gelap
 

Sosial · 6 Jul 2021 14:17 WIT ·

Tarian Caci, Prinsip Persatuan, dan Representasi Nilai Moral Pancasila


 Pentas Caci. (Net) Perbesar

Pentas Caci. (Net)


 
Oleh : Christian Narus

Pluralitas merupakan konsep yang menggambarkan wajah dan Identitas Indonesia. Konsep pluralisme Indonesia telah terbentuk bahkan sebelum Ir. Soekarno melafalkan kalimat-kalimat proklamasi. Pluralitas adalah aspek dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang telah mendarah daging, karena ia hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat yang makin hari makin berkembang dalam berbagai aspek di kehidupannya.

Keberagaman berbagai elemen dalam masyarakat seperti suku, kebudayaan, agama, ras, bahasa, adat istiadat, merupakan gambaran yang kontekstual mengenai konsep pluralitas. Konsep pluralitas merupakan konsep umum yang menggambarkan keunikan negara Indonesia. Lebih dari pemahaman itu juga, pluralitas bahkan dapat dipahami sebagai landasan atau fondasi yang membangun negara kesatuan yang tercinta ini, karena Indonesia dibangun dengan segala bentuk keberagamannya ini.

Aspek kebudayaan merupakan salah satu hal yang ada sebagai bentuk pluralitas. Indonesia plural akan berbagai macam budaya masyarakat di dalamnya. Lalu, apakah itu budaya sehingga ia plural di Indonesia? Kebudayaan merupakan aspek yang bisa nampak dalam pola bahasa, perilaku, komunikasi, objek materi seperti rumah, alat-alat dalam pertanian, transportasi, dan alat-alat perang. Salah satu bentuk perilaku kebudayaan yang mungkin banyak dijumpai dalam berbagai kebudayaan, misalnya tarian, nyanyian, ritual, dan juga hal-hal lainnya. Kebudayaan ini hidup dan dihidupi hampir oleh seluruh masyarakat Indonesia di setiap macam varian budayanya.

Maka, pluralitas budaya merupakan realitas yang patut untuk diterima dan disyukuri.
Kebudayaan mengandung banyak nilai yang dihidupi oleh setiap penganutnya. Dalam budaya lahir berbagai macam konsep pemahaman, ide, gagasan, dan juga tata cara hidup bermasyarakat. Budaya juga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi setiap elemen masyarakat yang menghidupi kebudayaan tersebut. Banyaknya nilai yang terkandung dalam kebudayaan kemudian membuat konsep nilai yang terkandung dalam budaya seringkali diselaraskan dengan konsep nilai yang dikandung dan dihayati dalam konteks kehidupan masyarakat yang lebih luas. Nilai dalam konsep yang lebih luas yang dimaksud adalah nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selain nilai-nilai yang dianut dari kebudayaannya masing-masing, nilai-nilai dalam Pancasila sebagai ideologi negara tentunya wajib untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, Pancasila dapat dikatakan sebagai sumber nilai dalam berbangsa dan bernegara bagi seluruh Warga Negara Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila juga sesungguhnya terkandung dalam budaya yang dianut oleh masyarakat. Salah satu budaya yang punya pemahaman mengenai konsep nilai yang sama dengan Pancasila, yaitu Nilai Persatuan adalah budaya Tarian Caci. Tarian Caci sebagai salah satu khasanah budaya nasional memiliki pemahaman mengenai nilai persatuan yang dianut masyarakatnya. Budaya yang hidup dan berkembang pada masyarakat Manggarai, Flores, NTT ini memiliki makna simbolik dan filosofis mengenai pemahaman dan penghayatan mengenai nilai persatuan. Oleh karena itu, kesamaan pemahaman mengenai konsep nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila dan Tarian Caci tentunya merupakan hal yang cukup menarik untuk digali lebih dalam.
 
Tarian caci dan Nilai Persatuan
 
Tarian caci merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tari Caci merupakan tari uji ketangkasan bela diri yang menjadi salah satu nilai kebudayaan di NTT. Secara etimologis, kata Caci berasal dari dua suku kata dalam bahasa setempat, Bahasa Manggarai, yaitu dari kata Ca yang berarti satu, dan kata Ci yang berarti Uji.

Dari pengertian tersebut, secara sederhana Tarian caci dapat diartikan sebagai Tarian Uji ketangkasan satu lawan satu.


Jadi untuk dapat dipahami dengan lebih baik, Tarian Caci Merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang merupakan tarian tradisional berupa tarian ketangkasan dimana setiap pemain akan berganti gantian memukul ( paki ) menggunakan cambuk, dan menangkis (taang).

Meskipun merupakan tarian perang dan didalamnya terdapat unsur kekerasan, akan tetapi suasana yang terdapat dalam tarian ini merupakan suasana damai dan kekeluargaan. Tarian Caci ini merupakan kekayaan Budaya Manggarai yang memiliki banyak artian dan makna simbolik serta filosofis. Dalam keseharian masyarakat Manggarai, Tarian Caci merupakan ritual yang diadakan dalam acara-acara seperti Hang Woja (musim panen ), penti (Upacara ritual tahun baru), Penyambutan tamu penting, dan upacara adat lainnya. Nilai-nilai kehidupan, seperti persatuan, persaudaraan, kekeluargaan, kebersamaan,  keperkasaan, merupakan nilai yang dapat ditemukan dalam budaya Tarian Caci ini. Bebricara mengenai nilai Persatuan, nilai yang satu ini mungkin tidak asing lagi bagi pembaca sekalian. Nilai yang merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam sila Pancasila ini mungkn telah dipahami oleh pembaca sekalian. Akan tetapi, Nilai Persatuan sesungguhnya juga nampak dalam kebudayaan lokal masyarakat. Dalam budaya caci, nilai persatuan terkadang merupakan nilai yang nampak secara implisit, dan mungkin jarang diketahui olehg banyak orang. Lalu bagaimanakah nilai persatuan ini nampak dalam Tarian Caci ini ?


Ketika Tarian Caci dilaksanakan, semua warga akan berkumpul di suatu tempat tertentu dimana Tarian Caci dilaksanakan.

Biasanya, Tarian Caci ini dilangsungkan di halaman utama kampungatau natas beo dimana natas ini ditandai dengan adanya sebuah compang, yaitu tempat khusus untuk persembahan kepada leluhur. Ketika semua orang ada dan berkumpul mereka menjalin interaksi dan komunikasi yang semakin mempererat persatuan dan kesatuan mereka sebagai sesama saudara. Nilai persatuan ini dipandang sebagai pengukuhan ikatan persaudaraan dari masyarakat setempat. Selain ikatan persatuan yang dibangun dalam masyarakat sekampung atau dalam masyarakat yang berada dalam satu lingkup gendang yang sama, persatuan ni juga dijalin dan dibangun dengan sesama saudara dari gendang lain yang diundang sebagai tamu untuk menjadi lawan dalam tarian caci, yang dalam budaya setempat disebut sebagai meka landang.

Peristiwa inilah yang kemudian akan membentuk ikatan persatuan berasaskan persaudaraan yang kuat dalam masyarakat. Pihak meka landang yang menjadi lawan dalam tarian caci bukan lah dianggap sebagai musuh. Akan tetapi, melalui Tarian Caci, ikatan persaudaraan  dan persatuan  akan semakin terjalin dengan baik. Mereka akan merasa satu sebagai sesama MAnggarai yang diikat oleh rasa persaudaraan.

Oleh karena itu, konsep persatuan dan nilai kesatuan yang ditekankan dalam Tarian Caci ini adalah persatuan yang berasaskan ikatan persaudaraan, Karena sadar akan ikatan persaudaraan yang mereka jalin, maka mereka akan berusaha mengukuhkan ikatan tersebut dengan menjalin persatuan.


Hal inilah yang sesungguhnya menjadi representasi sederhana dari nilai persatuan yang diusung dalam sila ketiga Pancasila. Tarian Caci secara sederhana mengkonsepkan nilai persatuan sebagai suatu nilai universal yang dibangun dengan adanya asas persaudaraan. Semua warga negara Indonesia perlu untuk bersatu dan membentuk kesatuan, karena semua orang bersaudara, Kita hidup dalam lingkup yang sama yaitu Indonesia, dan kita lahir dari latar belakang yang sama sebagai sebuah negara.Maka, konsep persatuan dan kesatuan dalam masyarakat akan bisa terbentuk jika setiap orang memiliki kesadaran akan ikatan persaudaraan yang terjalin sebagai sesama Indonesia. Maka, amanat sila ketiga Pancasila “ Persatuan Indonesia “ adalah pesan yang mengharuskan kita menyadari ikatan persaudaraan yang terjalin. Gambaran sederhana ikatan persaudaraan dan persatuan yang terjalin melalui Tarian caci dapat menjadi bahan refleksi dan renungan untuk mengamalkan dan mencontoh  hal tersebut, agar bisa menjadi hal yang dipahami dalam lingkup dan cakupan yang lebih luas.

Nilai Persatuan merupakan salah satu Nilai Moral yang terdapat dalam Pancasila. Oleh karena itu, konsep sederhana mengenai persatuan ini dapat dilihat dalam Tarian Caci yang juga mengandung nilai yang sama yaitu persatuan. Maka, Tarian Caci sesungguhnya merupakan representasi sederhana dalam penerapan nilai persatuan dalam masyarakat. Nilai caci adalah gambaran kecil dan sederhana yang dapat menjadi panutan bagi cakupan masyarakat yang lebih luas dalam memahami konsep persatuan yang tercermin dalam Pancasila. Lalu, Budaya Tarian Caci hanyalah salah satu dari sekian banyak kebudayaan yang ada di negeri yang plural ini.

Oleh karena itu, setiap masyarakat pun tentunya perlu belajar dari kebudayaannya masing-masing untuk lebih bisa memahami konsep nilai Persatuan yang terkandung dalam sila Ketiga Pancasila.

Penulis memiliki nama lengkap Christian Hadinata Eva Narus, dan biasa disapa Tian atau Christian. Ia merupakan pria kelahiran Tangkul, Colol, Manggarai Timur, NTT pada 15 Desember 2002. Ia cukup aktif menulis puisi, dan esai. Saat ini penulis sedang menempuh pendidikan tinggi di Univesitas Prasetiya Mulya.

Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Penulis
Artikel ini telah dibaca 107 kali

Baca Lainnya

Tanjung Bendera, Asimetris Informasi dan Kuasa Esklusi

19 November 2021 - 04:51 WIT

“Itulah Ayahmu”

12 November 2021 - 06:08 WIT

Krisis Ekologi

4 November 2021 - 02:46 WIT

Produksi Rokok dan Himbauan Jangan Merokok

1 November 2021 - 06:33 WIT

Merindukan ‘Pesta Sambut Baru’ Ala Anak-Anak

30 Oktober 2021 - 03:43 WIT

Agar ‘Orang Boleng’ Tidak Jadi Penonton

25 Oktober 2021 - 23:18 WIT

Trending di Sosial