Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 22 Jun 2021 12:24 WIT ·

Asesmen Nasional: Manggarai Barat Siap!


 Asesmen Nasional: Manggarai Barat Siap! Perbesar

Oleh: Robertus Marianus Narung*



Menteri Pendidikan dalam kabinet kerja Indonesia Maju yakni Mas Nadiem Makarim mengawali masa jabatannya dengan membuat sebuah terobosan baru di dunia pendidikan. Menteri pendidikan yang akrab disapa Mas menteri menghapus Ujian Nasional (UN) yang membuat sebagian orang tercengang. Namun, perubahan itu tentu dibuat atas dasar pertimbangan yang matang, telah melalui survey yang panjang, dan hasil kajian yang kuat sehingga muncul terobosan penghapusan Ujian Nasional (UN) digantikan oleh Asesmen Nasional (AN).

Asesmen Nasional dibuat untuk mengembangkan kompetensi dan karakter siswa. Asesmen Nasional memberikan gambaran tentang karakteristik essensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai gaya berpikir kritis peserta didik. Asesmen Nasional memang belum terlihat hasil nyata dalam dunia pendidikan karena masih dalam tahap sosialisasi, pelatihan tenaga pendidik, dan persiapan secara teknis. Namun, setelah melewati pendidikan dan pelatihan guru, Asesmen Nasional sudah mulai menampakan wajahnya yang dinilai mampu melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi.

Asesmen Nasional: Perubahan Paradigma Pendidikan Kita

Asesmen Nasional mengukur kemampuan literasi membaca, numerasi, melakukan surveykarakter untuk mencapai profil pelajar pancasila yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan survey lingkungan belajar untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran. 

Tiga komponen Asesmen Nasional yang diukur yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survey karakter, dan survey lingkungan belajar sangat berbeda dari sistem Ujian Nasional. Ujian Nasional menilai hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang, mengukur capaian individual tanpa memperhatikan masalah lingkungan belajar, dan laporan individual siswa berupa hasil ujian nasional yang hanya mengukur kemampuan kognitif, sedangkan Asesmen Nasional mengevaluasi kualitas satuan pendidikan, memotret input, proses, dan hasil belajar pada satuan pendidikan, peserta yang terlibat aktif dan pelaku utama dalam assesmen nasional adalah siswa, guru, dan kepala sekolah, serta laporannya bukan hasil individu siswa tetapi satuan pendidikan.

Asesmen Nasional mendorong guru untuk mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar sekaligus karakter peserta didik secara utuh. Asesmen Nasional mengukur literasi dan numerasi yang dinilai sebagai dua kompetensi minimum bagi siswa untuk bisa belajar sepanjang hayat dan berkontribusi kepada masyarakat. Dalam literasi, peserta didik diukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Selain itu, numerasi dipakai untuk menguji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika, untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan dengan kehidupan di masyarakat.

Prestasi peserta didik tidak hanya diukur dari kemampuan kognitif tetapi juga karakternya. Dalam survey karakter, hal yang dilakukan adalah mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif seperti beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, gotong royong, dan berkebhinekaan global.

Pendidikan masa kini tidak hanya menilai kemampuan siswa secara kognitif, psikomotorik, dan karakter saja tetapi juga melakukan survey terhadap lingkungan belajar. Lingkungan belajar juga berpengaruh terhadap prestasi peserta didik. Survey lingkungan belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Manggarai Barat Siap AKM

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan sedang berjuang keras dalam menyukseskan sistem baru ini. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah pusat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah sangat gencar melakukan sosialisasi Asesmen Nasional di sekolah-sekolah melalui pendidikan dan pelatihan guru dan kepala sekolah.

Pemerintah kabupaten Manggarai Barat sangat berkomitmen untuk mengubah pola pendidikan dengan sistem baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan di era revolusi digital. Hal ini terbukti dari kegiatan bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Strategi Pembelajaran menghadapi Asesmen Nasional oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Manggarai Barat yang diikuti guru-guru dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kabupaten Manggarai Barat. Tujuan utama kegiatan ini adalah guru memahami secara lebih mendalam tentang Asesmen Nasional. Selain itu, guru diharapkan terampil, mahir, dan kompeten dalam membuat soal-soal AKM sebagai latihan bagi peserta didik sebelum mengikuti AKM secara nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan pada bulan September nanti.

Tujuan lain dari kegiatan bedah SKL dan Strategi Pembelajaran ini adalah guru diharapkan mampu melaksanakan berbagai strategi pembelajaran. Guru mampu menerapkan pembelajaran abad 21 melalui pendekatan pembelajaran 4C yakni critical thingking, collaboration, communication, dan creativity. Guru yang cerdas, kreatif, dan inovatif harus mampu membangkitkan gaya berpikir kritis dalam diri peserta didik, mampu membuat peserta didik berkolaborasi atau bekerja sama dalam memecahkan masalah, mampu mengajak peserta didik berkomunikasi, presentasi, atau memaparkan materi pelajaran, dan mampu membangkitkan daya kreativitas dalam diri peserta didik.

Staf pengajar di SMPN 3 Ndoso-Manggarai Barat

Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Penulis
Artikel ini telah dibaca 206 kali

Baca Lainnya

Gerakan Sekolah Menyenangkan

25 Oktober 2021 - 00:53 WIT

SMK Stella Maris Menuju Sekolah “Ramah Anak”

16 Oktober 2021 - 12:04 WIT

Berbicara dan Menulis

8 Oktober 2021 - 10:45 WIT

Bertelurlah di ‘Lapangan Luas’

4 Oktober 2021 - 12:31 WIT

REFLEKSI PGP; Peran dan Nilai Guru Penggerak

13 September 2021 - 11:50 WIT

Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan, Bolehkah?

10 Juni 2021 - 00:16 WIT

Trending di Pendidikan