Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 11 Mei 2020 17:16 WIT ·

Guru Harus Jadi ‘Pribadi Komunikatif’


 Guru Harus Jadi ‘Pribadi Komunikatif’ Perbesar

Oleh : Sil Joni *

Manusia adalah makhluk komunikatif. Semua manusia, dalam taraf yang variatif, telah terlibat dalam sebuah tindakan komunikatif. Filsuf Habermas dengan tepat membaptis manusia sebagai komunikator yang rasional dalam kehidupan. Bagi Habermas, inti persoalan manusia adalah bagaimana memperoleh rasionalitas komunikatif, yaitu syarat-syarat yang memungkinkan komunikasi rasional antarindividu dan budaya yang berbeda. Ia mengharapkan adanya suatu rasionalitas yang sama bagi semua peserta dialog sebagai syarat komunikasi.

Proses pembelajaran yang berlangsung dalam ruang kelas, bisa dinilai sebagai satu bentuk ‘komunikasi dialogis’ antara guru dan para siswa. Interaksi yang intensif antara guru dan siswa hanya mungkin terwujud jika guru memiliki kecakapan untuk membangun komunikasi yang efektif.

Atas dasar itu, sebenarnya guru adalah seorang komunikator yang piawai. Desain dan implementasi pembelajaran, menjadi sulit terwujud secara memuaskan, ketika guru tersebut mengalami persoalan dalam berkomunikasi. Praksis komunikasi yang efektif dan menyenangkan menjadi semacam kecakapan dasariah yang mesti dikuasai oleh seorang guru.

Tulisan ini coba menelaah lebih dalam perihal urgensi dan relevansi kemampuan komunikatif seorang guru selaku elemen kunci keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran di lingkungan sekolah.

Pertama-tama perlu disadari bahwa kecerdasan komunikatif itu, tidak melekat begitu saja pada tubuh seorang guru, tetapi mesti melewati proses latihan yang teratur dan kontinyu. Guru dituntut untuk senantiasa mengasah dan meningkatkan aspek kecakapan berkomunikasi itu secara berkesinambungan. Guru yang berkarakter komunikatif akan relatif diterima oleh siswa sehingga proses pembelajaran bisa berjalan dengan kreatif dan produktif.

Pendidik yang komunikatif adalah pendidik yang mampu menjalin komunikasi yang baik dengan anak didik. Hal itu sangat diperlukan agar peserta didik merasa nyaman saat diajar oleh pendidik. Sebab dengan adanya kenyamanan, maka anak didik akan lebih mampu menyerap dan menerima apa pun yang dikatakan atau yang diajarkan oleh pendidik.

Pertanyannya adalah hal-hal apa sajakah yang perlu dikembangkan dan diperhatikan oleh guru untuk tampil sebagai pribadi komunikatif yang efektif? Bagaimana caranya agar unsur-unsur esensial itu bisa menopang performa seorang guru sebagai pribadi komunikatif? Analisis berikut dimaksudkan untuk menjawab dua pertanyaan penting tersebut.

Pertama, seorang guru mesti memiliki kharisma atau kewibawaan diri yang otentik. Ia mampu mengontrol diri sehingga dapat membawa diri, memberikan kesan yang baik kepada setiap orang. Ia juga pribadi yang ramah dan baik hati, sehingga banyak orang merasa segan dan menerima apa adanya.

Kedua, seorang guru mesti memperlihatkan vitalitas hidup. Ia memiliki gairah hidup yang tinggi. Kata-kata yang ia keluarkan adalah kata-kata yang positif dan membangun. Ia pandai menyusun kata, sehingga kata-kata yang memiliki pesan negatif pun menjadi kata-kata yang positif bahkan motivatif.

Ketiga, guru perlu bersikap fleksibel. Pemahaman dan pembawaan dirinya tidak kaku dan statis tetapi mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan zaman, sehingga jalan keluar yang ia berikan dalam segala persoalan adalah sesuatu yang up to date (tidak kuno) dan bisa diterima oleh banyak orang.

Kempat, guru harus selalu berpikir positif. Seorang pendidik harus mampu menghadapi setiap permasalahan yang ada secara positif. Ia mampu mengolah setiap permasalahan menjadi sesuatu yang berguna di masa depan.

Kelima, motivatif. Guru mesti mampu memotivasi anak didik, meskipun anak didiknya terlihat memiliki banyak kelemahan. Ia percaya bahwa setiap anak adalah spesial, dan memiliki kemampuan unik yang bisa dikembangkan.

Keenam, tulus dalam bekerja.Idealnya seorang guru itu tidak mencari keuntungan pribadi dalam berkarya, namun berusaha menemukan nilai-nilai yang berguna bagi masa depan siswa dan juga instansi tempat dia bekerja.

Ketujuh, mudah beradaptasi. Guru harus mudah menyesuaikan diri dengan rekan guru dan siswa dengan berbagai karakter dan menjalin relasi yang baik dengan mereka.

Kedelapan, tampil apa adanya. Guru semestinya lebih suka menjadi diri sendiri dalam berkata dan berbuat. Sehingga ia terlihat fasih dalam berbicara dan bertingkah laku, tidak terlihat seperti dibuat-buat maupun terlihat sok-sokan. Hal ini dikarenakan ia memang memiliki kualitas SDM dan karakter yang baik.

Kesembilan, menjaga kualitas. Guru selalu menjaga kualitas dalam bekerja, sehingga dalam mengajar pun ia akan melakukan persiapan yang baik. Segala urusan administrasi guru pun akan ia selesaikan dengan kualitas yang baik (tidak asal-asalan). Mutu pembelajaran itu tidak hanya membutuhkan persiapan materi pelajaran yang baik, tetapi juga suasana mengajar yang komunikatif dan interaktif.

Dari uraian singkat di atas, terlihat dengan jelas bahwa unsur komunikasi itu, tidak hanya sebatas kefasihan dalam berbicara (aspek retorika), tetapi mencakup totalitas pesona kepribadian yang menarik dari seorang guru. Seluruh dimensi kepribadiannya mesti bersifat komunikatif dalam arti sangat terbuka dan mudah untuk dipahami para siswa.

Guru hadir sebagai ‘fasilitator dan penolong’ bagi siswa untuk memahami secara lebih mudah dan praktis tentang ilmu yang sangat berkontribusi dalam pembentukan mental mereka sekaligus memahami kompleksitas kehidupan di dunia ini. Guru yang bertipe komunikatif, tentu sangat dirindukan oleh siswa. Dalam dan melalui pribadi yang komunikatif para siswa pasti terbantu dalam meniti tangga kehidupannya yang dibentuk melalui serangkaian proses yang berkualitas di lembaga pendidikan.

Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik.

Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Penulis
Artikel ini telah dibaca 260 kali

Baca Lainnya

Gerakan Sekolah Menyenangkan

25 Oktober 2021 - 00:53 WIT

SMK Stella Maris Menuju Sekolah “Ramah Anak”

16 Oktober 2021 - 12:04 WIT

Berbicara dan Menulis

8 Oktober 2021 - 10:45 WIT

Bertelurlah di ‘Lapangan Luas’

4 Oktober 2021 - 12:31 WIT

REFLEKSI PGP; Peran dan Nilai Guru Penggerak

13 September 2021 - 11:50 WIT

Asesmen Nasional: Manggarai Barat Siap!

22 Juni 2021 - 12:24 WIT

Trending di Pendidikan