Nasional

Senin, 28 Oktober 2019 - 01:15 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Suara Kami Belum Berakhir

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Oleh: Yakobus Gunardi Waret*

Tanggal 28 Oktober 1928 kita kenal sebagai hari sumpah pemuda. Sumpah pemuda merupakan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai salah satu tonggak bersatunya bangsa Indonesia. Para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul bersama di kongres pemuda. Pada saat itu lahirlah tiga hal penting yakni; bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Dalam sejarah bangsa ini, pemuda selalu menjadi pengerak kebangkitan bangsa. Peristiwa yang menunjukan betapa pentingnya peran pemuda adalah peristiwa Rengasdengklok, 16 Agustus 1945. Para pemuda saat itu yang dipimpin oleh Soekarni, Wikana, serta Chairul Saleh menculik Soekarno- Hatta ke Rengasdengklok dengan satu tuhuan: mendesak mereka agar mempercepat proklamasi Indonesia. Upaya ini akhirnya berhasil, esok harinya tepat pada 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ini menggambarkan bahwa pemuda Indonesia memainkan peran penting untuk bangsa.

Peran pemuda dalam sejarah terus berlanjut, gerakan mahasiswa pada 1966 adalah kisah lainya. Dilatarbelakangi kondisi pemerintahan saat itu, gerakan mahasiswa pada 1966 menjadi awal kebangkitan secara nasional. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) ini memuncukan Tri Tura (tiga tuntutan rakyat) yakni bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya, perombakan kabinet Lamira dan turunkan harga sembako. Serangkaian demonstrasi yang dilakukan akhirnya berujung pada Supersemar (Surat Printah Sebelas Maret) yang menandai akhirnya orde lama dan membuka orde baru.

Pemuda lagi-lagi menunjukan peranya pada tahun 1998. Mahasiswa menuntut reformasi dan mengkapus KKN ( Korupsi, Kolusi, Nepoteisme) peristiwa 1998 ini diiringi dengan berbagai tindakan represif pemerintah yang mengakibatkan tragedi seperti trgedi Trisakti. Tindakan reprensif ini mengakibatkan tewasanya mahasiswa, sipil dan ratusan korban luka. Paling fenomenal adalah ketika mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR/MPR. Pada akhirnya presiden Soeharto saat itu melepaskan jabatanya sekaligus menandai berakhirnya Orde Baru menuju Orde Reformasi. Ini menjadi salah satu gerakan terbesar mahasiswa karena mengubah tatanan kehidupan.

Dalam perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis dari setiap peristiwa penting yang terjadi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda menjadi tulang punggung dari keutuhan perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang kala itu. Peran tersebut juga tetap disandang oleh pemuda Indonesia hingga kini, selain sebagai pengontrol independen terhadap segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan penguasa, pemuda Indonesia juga secara aktif melakukan kritik, hingga mengganti pemerintah apabila pemerintah tersebut tidak lagi berpihak kepada masyarakat. Kita menginginkan gerakan pemuda kedepan nantinya adalah gerakan yang profesional dengan didasari pada keimanan dalam artianya menjauhi dari segala bentuk gerakan profokasi dan pergerakan penyogokan untuk menghancurkan keutuhan NKRI.

Aktifitas Pemuda Dalam Mengisi Reformasi

Sejarah menunjukan bahwa selain aktivitas pergerakan yang berupa tuntutan-tuntutan terhadap persoalan internal sebuah perguruan tinggi, gerakan mahasiswa juga mampu menemukan momentum – momentum besar yang menyebabkan keterlibatannya dalam perubahan politik nasional menjadi sangat penting, dapat kita lihat sejak awal lahir dan keberadaan mahasiswa di tanah air, terutama sejak awal abad ke-20, dilihat tidak saja dari segi eksistensi mereka sebagai sebuah kelas sosial terpelajar yang akan mengisi peran-peran strategis dalam masyarakat. Tetapi, lebih dari itu, mereka telah terlibat aktif dalam gerakan perubahan jauh sebelum Indonesia merdeka. Sebagai anak bangsa yang secara sosial mendapat kesempatan lebih dibandingkan dengan saudarahnya yang lain, mahasiswa kemudian menjadi penggerak utama dalam banyak dimensi perubahan sosial politik di tanah air pada masanya.

Dengan demikian, gerakan mahasiswa merupakan sebuah proses perluasan peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat. Adanya gerakan mahasiswa dengan peranya yang signifikan dalam perubahan secara langsung akan membongkar mitos lama di masyarakat, bahwa mahasiswa selama ini dianggap sebagai bagian dari civitas akademika yang berada di menara gading, jauh dari persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Di sinilah letak pentingnya sebuah gerakan dibanguan, yakni secara aktif dan prtisipatif berperan serta dalam proses perubahan masyarakat kearah yang lebih baik,. Selain itu, sebuah gerakan yang dibangun juga akan meningkatkan daya kritis mahasiswa secara keseluruhan dalam melihat berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, baik dalam konteks loKal, nasional maupun internasional.

Harus diakui, mahasiswa hanyalah salah satu aktor yang terlibat dalam setiap momen perubahan yang terjadi. Walaupun demikian, gerakan mahasiswa dalam setiap kurun sejarah selalu mampu menempatan dirinya menjadi aktor utama yang berdada di garda terdepan perubahan. Keadaan ini sangat dimungkinkan karena posisi mahasiswa yang dianggap netral dan belum bersentuhan langsung dengan berbagai kepentingan politik praktis. Selain itu, sebagai kaum muda yang masih belum mempunyai ketergantungan dan tanggungjawab ekonomi kepada keluarga serta posisi mereka sebagai calon intelektual. Tetapi banyak studi menyebutkan bahwa kondisi piskologis mereka sebagai kaum muda yang dinamis dan anti kemapanan serta rasa percaya diri yang tinggi sebagai mahasiswa, menjadi faktor penting dalam menempatkan mahasiswa di garda terdepan perubahan.

Peran Pemuda Dalam Menunjukan Kemajuan Bangsa

Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di dalam catatan sejarah perubahan. mahasiswa selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan. Mahasiswa dikenal dengan jiwa patriotisme serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih. Namun hanya sedikit masyarakat Indonesia yang dapat merasakan dan punya kesempatan memperoleh pendidikan hingga kejenjang ini, karena system perekonomian Indonesia yang kapitalis serta biaya pendidikan yang begitu mahal sehingga kemiskinan menjadi bagian hidup rakyat ini. Dalam tulisan ini penulis memetakan ada tiga peran mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggungjawab yang akan dipikul; pertama, Mahasiswa sebagai “agen of change”. Mahasiswa sebagai “agen of change” agen perubahan berperan sebagai penggerak untuk masyarakat, sebab mahasiswa itu sebagai langkah terakhir kita untuk para pelajar dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi, dari yang dulu kita berstatus sebagai siswa sekarang sudah berstatus mahasiswa, dari namanya saja maha-siswa itu seperti ditinggikan. Kedua, Mahasiswa sebagai “guardian of value”. Mahasiswa sebagai “guardian of value” yang artinya penjaga nilai-nilai. Sesuai dengan artinya di sini kita sebagai mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai yang positif. Nilai positif yang bisa membawa Negara ini lebih maju yaitu nilai kebaikan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Kita sebagai mahasiswa jangan membiarkan nilai kebaikan yang dari dulu telah ada itu hilang, terus berubah menjadi nilai keburukan kepada masyarakat Indonesia. Ketiga, Mahasiswa sebagai “social of control”. Mahasiswa sebagai “social of control” berperan sebagai pengontrol kehidupan sosial. Dalam hal ini kita bisa mengontrol kehidupan masyarakat, dengan cara kita sebagai mahasiswa menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Menyampaikan aspirasi yang telah dikeluarkan oleh masyarakat kepada pemerintah. Mahasiswa juga sebagai gerakan yang mengkritisi kebutuhan politik, ketika ada kebijakan diberikan oleh pemerintah yang tidak baik atau tidak bijak bagi masyarakat.

*Staf Pengajar Di SMAK St. Gregorius Reo

Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Penulis

Artikel ini telah dibaca 262 kali

Baca Lainnya